top of page

Profile

Join date: Sep 21, 2022

About
0 Like Received
0 Comment Received
0 Best Answer

7 Spot Rekreasi untuk Kenang kembali Riwayat Indonesia



Kenang kembali riwayat masa lampau negeri ini dengan berekreasi mungkin menjadi opsi memikat buat kamu. Karena, Indonesia kaya dengan riwayat yang kental dan budaya yang diturunkan secara turun-temurun seperti yang paling khas adalah Wisata Candi. Berikut ialah tujuh tempat rekreasi riwayat referensi yang menjadi opsi kamu untuk berlibur ada:


Istana Gebang, Blitar

Kota Blitar dan Soekarno tidak bisa dipisah. Rumah yang berada di Jalan Sultan Agung No. 69, Kota Blitar ini jadi tempat si Proklamator habiskan periode kecilnya. Rumah ini sebetulnya sebagai tempat tinggal suami kakak kandungan Soekarno, Sukarmini, yang namanya Poegoeh Wardoyo. Ke-2 orangtua Soekarno juga tinggal pada tempat ini.


Saat datang di teritori ini, kamu akan menyaksikan patung Bung Karno berdiri tegak di muka rumah. Seterusnya, kamu disongsong oleh bangunan tua dengan keunikan perumahan masa lampau dengan dialek Belanda yang cukup kental setiap sudutnya. Hal tersebut karena rumah ini awalnya dipunyai dengan seorang karyawan kereta api bernegara Belanda namanya CH. Porteir.


Saat ada dalam, kamu akan rasakan nuansa ciri khas jaman dahulu. Hampir tiap pojok ruang rumah ini masih diperlengkapi perlengkapan unik yang elok, dari ruangan tamu dengan kursi-kursi kayu anyaman sampai ruang tidur tamu yang teratur. Kamu dapat menyaksikan kamar Soekarno yang teratur rapi dengan sprei putih dan tudung ruang tidur.


Rumah Pengisolasian Bung Karno, Ende

Kamu tertarik liburan ke Pulau Flores? Janganlah lupa singgah ke rumah pengisolasian Soekarno di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada tempat berikut, Soekarno dengan keluarganya sempat dikucilkan oleh pemerintahan Hindia Belanda. Rumah pengisolasian ini jugalah yang menggerakkan Soekarno bangun menantang pemantauan Belanda. Saat di pengisolasian, dia suka bertandang ke kampung-kampung di Ende dan menegur masyarakat. Bung Karno merenungkan Pancasila yang sekarang ini jadi dasar kehidupan bernegara warga Indonesia.


Sekarang, rumah itu menjadi satu diantara situs riwayat penting negeri ini. Tidak jauh disana, kamu dapat singgah ke Taman Perenungan Bung Karno di Kelurahan Rukun Lima. Kamu akan mendapati Patung Bung Karno duduk merenung di bawah pohon sukun bercabang lima sambil memandang laut.


Sesudah disana, kamu dapat sekaligus singgah nikmati keelokan Danau Kelimutu yang berada tidak jauh dari rumah pengisolasian itu.


Lobang Jepang, Bukittinggi

Lobang Jepang sebuah terowong yang dibikin sedalam 60 mtr. di bawah Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Lokasinya juga tidak terlampau jauh bila kamu jalan kaki dari Jam Gadang, cuma 15 menit. Sesampai di situ, kamu dapat manfaatkan jasa pemandu dengan ongkos sekitaran Rp60.000 untuk temani sekalian bercerita ke kamu mengenai riwayat Lobang Jepang.


Teritori yang sempat dipandang seperti lubang paling panjang di Asia ini simpan catatan riwayat gelap pada periode penjajahan Jepang. Atas perintah Letjen Moritake Tanabe, Panglima Seksi ke-25 Angkatan Darat Balatentara Jepang, lubang ini dibuat untuk pelindungan pasukan Jepang di tahun 1944 oleh beberapa karyawan paksakan yang dari luar Bukittinggi, seperti Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.


Lubang ini mempunyai 21 lorong cabang yang sempat digunakan sebagai barak tentara, ruangan sidang, kamar instruksi, pintu penangkapan, pintu pelarian sampai tempat pembantaian. Dari sekitaran 6 km, cuma 1,5 km saja yang sekarang ini dibuka untuk keperluan rekreasi warga umum dan bekasnya ditutup oleh pemerintahan.


Fort Rotterdam, Makassar

Berada di muka dermaga Kota Makassar, Fort Rotterdam pada periode lalu sebagai benteng pertahanan yang dibuat oleh Kerajaan Gowa-Tallo di tahun 1545 dan jatuh ke tangan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) sekitaran tahun 1667. Benteng yang awalnya dikatakan sebagai Benteng Ujung Pandang ini sempat dihancurkan oleh faksi VOC saat penyerangan. VOC selanjutnya membuat kembali benteng itu dengan arsitektur ciri khas penjajahan Belanda dan mengganti namanya jadi Fort Rotterdam. Mulai sejak itu, Fort Rotterdam jadi pusat kekuasaan penjajahan Belanda di Sulawesi.


Sejauh riwayat Indonesia, benteng ini pernah mempunyai bermacam peranan bersamaan kondisi. Misalkan, di saat jatuh ke tangan Belanda, Fort Rotterdam jadi basis instruksi pertahanan, kantor pusat perdagangan, dan tempat tinggal petinggi pemerintah tingkat pusat. Dan pada periode penjajahan Jepang, tempat ini pernah jadi kamp sandera perang pada zaman Perang Dunia II.


Semenjak 1970-an, benteng ini dipugar dan sudah diganti perannya jadi pusat budaya, pengajaran, acara tempat musik dan tari, dan arah rekreasi monumental. Bahkan juga di teritori ini, kamu dapat singgah ke Museum Propinsi Sulawesi Selatan namanya La Galigo, yang memperlihatkan bermacam benda monumental, manuskrip, patung, keramik, dan baju periode lalu.


Kota Lama, Semarang

Kota Lama Semarang dahulunya sebagai salah satunya teritori pusat pemerintah dan perdagangan pada era 19 dan 20. Ada sekitaran 50 bangunan monumental yang tetap berdiri kuat. Mencari teritori ini dengan jalan kaki akan berasa menyenangkan. Kamu akan disuguhi dengan bermacam bangunan berarsitektur ciri khas Eropa ciri khas tahun 1700-an dengan pintu khusus, jendela memiliki ukuran besar, komponen dekorasi, dan langit-langit yang tinggi.


Disekitaran teritori ini, kamu dapat menyaksikan bangunan yang masih kental dengan nuansa tempo dahulu. Seperti Stasiun Semarang Tawang, Nilmij, Marba, Taman Srigunting, sampai salah satunya gereja paling tua di Jawa tengah, Gereja Blenduk.


Selainnya mengundang perhatian wisatawan lokal, Kota Lama Semarang mengundang perhatian wisatawan luar negeri. Teritori ini dapat menjadi satu diantara tujuan opsi untuk kamu untuk mencari tapak jejak riwayat.


Mushola Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Mushola yang dibuat oleh Sultan Iskandar Muda di tahun 1612 ini sebagai lambang agama, budaya, dan perjuangan warga di tempat. Sejauh riwayat Indonesia, Sejarah Museum Sonobudoyo pernah banyak memiliki peranan. Selainnya dipakai sebagai tempat aktivitas keagamaan, mushola ini pernah jadi tempat siarkan agama Islam. Jaman dulu, selainnya masyarakat di tempat, lumayan banyak beberapa pendatang dari Melayu, Persia, Arab sampai Turki yang tiba untuk menuntut pengetahuan di mushola ini.


Selama saat penjajahan, Mushola Raya Baiturrahman sempat juga berperan sebagai basis pertahanan pada gempuran lawan pada periode kepimpinan Sultan Alaidin Mahmud Sah. Saat terjadi tsunami 2004 juga, mushola ini jadi penampungan sementara untuk beberapa pengungsi.


Sekarang, Mushola Raya Baiturrahman sudah menjadi satu diantara tujuan rekreasi riwayat dan religius iconic di Aceh. Kamu akan rasakan keelokan mushola ini sebagai salah satunya pusat peradaban Islam. Keelokan itu berasa karena style bangunannya memakai arsitektur Mughal, yang diikuti dengan menara dan kubah besar, tiga pintu besar dari kayu dan dihias banyak ornament dan interior -dinding dan pilar berelief, tangga marmer, dan lantai- dari Cina, sampai kaca patri dari Belgia.


Taman Sari, Yogyakarta

Cukup dengan ticket masuk dengan harga Rp5.000, kamu bisa masuk Taman Sari Yogyakarta, yakni tempat wisata dan peristirahatan Sultan Hamengku Buwono I, permaisuri, anak-anak, dan familinya. Kamu dapat menyaksikan jejak-jejak teritori ini yang dahulunya terbagi dalam kolam pemandian, tempat tukar baju, taman-taman, ruang untuk menari, dan yang lain.


Disamping itu, Taman Sari sempat jadi lokasi pertahanan. Karena, teritori ini mempunyai lorong-lorong bawah tanah, dapur, jembatan menggantung, dan beragam bangunan yang lain.


Bila kamu ingin kembali mencari riwayat masa lampau teritori ini, kamu dapat manfaatkan jasa pemandu rekreasi dengan biaya Rp50.000 per-orang. Selainnya temani kamu menelusuri semua teritori, pemandu akan menerangkan kerangka riwayat dan manfaat sisi bangunan yang lain di Taman Sari saat masih berperan.

T
Timmothy Fleming

Timmothy Fleming

More actions
bottom of page